6 Hari Menuju Idul Adha 1447 H
Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang sangat istimewa dalam Islam. Di dalamnya terdapat berbagai ibadah agung, seperti haji, puasa Arafah, qurban, serta amalan-amalan yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Di antara amalan yang sangat dianjurkan pada hari-hari tersebut adalah memperbanyak dzikir dan takbir. Meskipun terlihat sederhana dan mudah dilakukan, amalan ini memiliki kedudukan yang sangat besar di sisi Allah.
Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Allah Ta’ala memberikan perhatian khusus kepada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Bahkan Allah bersumpah dengannya dalam Al-Qur’an:
وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
“Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.”
(QS. Al-Fajr: 1–2)
Mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “malam yang sepuluh” adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang amal saleh pada hari-hari itu lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allah?”
Beliau menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali dengan sesuatu pun.”_
(HR. Bukhari No. 969)
Hadis ini menunjukkan betapa agungnya kesempatan yang Allah berikan kepada kaum muslimin pada hari-hari tersebut.
Perintah Memperbanyak Dzikir
Salah satu amalan yang sangat ditekankan pada hari-hari Dzulhijjah adalah memperbanyak mengingat Allah.
Allah Ta’ala berfirman:
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ
“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”
(QS. Al-Hajj: 28)
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud “hari-hari yang telah ditentukan” adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak ada amal yang lebih dicintai-Nya pada hari-hari tersebut selain amal yang dilakukan pada sepuluh hari ini. Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid.”
(HR. Ahmad, dinilai hasan oleh sebagian ulama)
Dzikir Apa yang Dianjurkan?
Pada hari-hari Dzulhijjah, seorang muslim dianjurkan memperbanyak berbagai bentuk dzikir, di antaranya:
1. Takbir
Mengagungkan Allah dengan mengucapkan:
الله أكبر
Allahu Akbar (Allah Maha Besar)
2. Tahlil
Mengucapkan:
لا إله إلا الله
Laa ilaaha illallah (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah)
3. Tahmid
Mengucapkan:
الحمد لله
Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)
4. Tasbih
Mengucapkan:
سبحان الله
Subhanallah (Maha Suci Allah)
Dzikir-dzikir ini dapat dilakukan di rumah, di perjalanan, saat bekerja, maupun ketika sedang beraktivitas sehari-hari.
Menghidupkan Takbir Menjelang Idul Adha
Takbir merupakan syiar yang sangat dianjurkan menjelang Idul Adha.
Lafaz takbir yang umum dibaca adalah:
الله أكبر الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر الله أكبر ولله الحمد
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallaah. Wallaahu Akbar, Allahu Akbar wa lillaahil hamd.
Dengan memperbanyak takbir, hati akan semakin mengingat kebesaran Allah dan semakin siap menyambut hari raya qurban.
Amalan Ringan yang Sering Terlupakan
Banyak orang bersemangat menyiapkan hewan qurban atau kebutuhan hari raya, tetapi terkadang melupakan amalan yang sangat mudah dilakukan, yaitu dzikir.
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabbnya dengan orang yang tidak berdzikir adalah seperti orang hidup dan orang mati.”
(HR. Bukhari)
Dzikir bukan hanya menambah pahala, tetapi juga menenangkan hati, menguatkan iman, dan mendekatkan seorang hamba kepada Rabbnya.
Allah Ta’ala berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
Penutup
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah kesempatan emas yang belum tentu kita temui kembali di tahun berikutnya. Jangan biarkan hari-hari mulia ini berlalu tanpa memperbanyak dzikir, takbir, tahlil, dan tahmid.
Lisan yang basah dengan mengingat Allah adalah tanda hati yang hidup. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, memudahkan kita dalam berbuat kebaikan, dan mempertemukan kita dengan Idul Adha dalam keadaan penuh keimanan dan ketakwaan.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallaah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillaahil hamd. 🤲
Wallahu a’lam bish-shawab.