Puasa 1–9 Dzulhijjah: Amalan Mulia Menyambut Idul Adha yang Penuh Keutamaan

Admin Amina 23 May, 2026 • 03.53 WIB
Puasa 1–9 Dzulhijjah: Amalan Mulia Menyambut Idul Adha yang Penuh Keutamaan

Oleh: Tim Berbagi dan Peduli

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu kembali dengan bulan Dzulhijjah, salah satu bulan yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, termasuk menjalankan puasa sunnah pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah.

Banyak kaum muslimin yang mengenal puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, namun belum banyak yang mengetahui bahwa puasa sejak awal Dzulhijjah juga merupakan amalan yang dianjurkan dan dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah merupakan hari-hari terbaik dalam setahun untuk beramal saleh.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak ada hari-hari yang amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).”

(HR. Bukhari no. 969)

Dalam hadits ini, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa amal ibadah yang dilakukan pada hari-hari tersebut memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah. Oleh karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak berbagai bentuk ketaatan seperti shalat sunnah, sedekah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berpuasa.

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَالْفَجْرِ ۝ وَلَيَالٍ عَشْرٍ

“Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.”

(QS. Al-Fajr: 1-2)

Sebagian besar ulama tafsir menjelaskan bahwa yang dimaksud “sepuluh malam” dalam ayat tersebut adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.


Anjuran Puasa pada Awal Dzulhijjah

Puasa pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan.

Dari Hafshah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:

“Rasulullah ﷺ biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijjah, pada hari Asyura, dan tiga hari setiap bulan.”

(HR. Abu Dawud no. 2437 dan An-Nasa’i no. 2374)

Hadits ini menjadi dasar dianjurkannya puasa pada sembilan hari pertama Dzulhijjah bagi kaum muslimin yang mampu melaksanakannya.

Puasa ini bukanlah kewajiban, namun merupakan kesempatan besar untuk meraih pahala dan mendekatkan diri kepada Allah.


Keutamaan Khusus Puasa Arafah

Di antara puasa sunnah pada bulan Dzulhijjah, yang paling utama adalah Puasa Arafah, yaitu puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah bagi orang yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Puasa Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

(HR. Muslim no. 1162)

Hadits ini menunjukkan betapa besar rahmat dan ampunan Allah bagi hamba-Nya yang menjalankan puasa Arafah dengan penuh keimanan dan mengharap pahala.


Amal-Amal yang Dianjurkan Selain Puasa

Selain berpuasa, ada banyak amalan yang dapat dilakukan untuk menghidupkan sepuluh hari pertama Dzulhijjah, di antaranya:

1. Memperbanyak Dzikir

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid.”

(HR. Ahmad)

Dzikir yang dianjurkan antara lain:

  • Allahu Akbar
  • Alhamdulillah
  • Laa ilaaha illallah
  • Subhanallah

2. Membaca Al-Qur’an

Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an merupakan amalan yang sangat dicintai Allah, terlebih pada hari-hari yang mulia.

3. Bersedekah dan Membantu Sesama

Sedekah menjadi sarana membersihkan harta sekaligus membantu saudara-saudara yang membutuhkan.

4. Menyiapkan Ibadah Qurban

Bagi yang memiliki kemampuan, qurban adalah ibadah yang sangat dianjurkan pada Hari Raya Idul Adha.

Allah Ta’ala berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berqurbanlah.”

(QS. Al-Kautsar: 2)


Momentum Memperbaiki Diri

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah kesempatan emas yang datang hanya sekali dalam setahun. Hari-hari ini merupakan waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, memperbanyak istighfar, meningkatkan kualitas ibadah, dan menumbuhkan kepedulian kepada sesama.

Jangan sampai hari-hari yang penuh keberkahan ini berlalu begitu saja tanpa amal yang berarti. Mungkin kita tidak mengetahui apakah Dzulhijjah tahun ini akan menjadi Dzulhijjah terakhir dalam hidup kita.


Penutup

Puasa 1–9 Dzulhijjah merupakan amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar. Ditambah dengan berbagai amal saleh lainnya seperti dzikir, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan qurban, seorang muslim dapat memanfaatkan hari-hari terbaik dalam setahun untuk meraih ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk menghidupkan hari-hari mulia ini dengan ibadah dan amal saleh, serta menerima seluruh amalan yang kita kerjakan.

اللهم تقبل منا إنك أنت السميع العليم

“Ya Allah, terimalah amal ibadah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Aamiin.

Solidaritas Ummat

Wasilah Jariyah

Dukungan Anda menggerakkan misi dakwah Amina Media.