Jangan Lewatkan: Puasa Tasu’a dan ‘Asyura, Amalan Simpel di Awal Tahun yang Pahalanya Besar

Admin Amina 24 Jun, 2026 • 09.15 WIB
Jangan Lewatkan: Puasa Tasu’a dan ‘Asyura, Amalan Simpel di Awal Tahun yang Pahalanya Besar

Awal tahun Hijriyah sering jadi momen untuk membuat target baru. Tapi di antara banyak rencana yang kita susun, ada satu amalan sederhana yang sayang kalau dilewatkan: puasa Tasu’a dan ‘Asyura di bulan Muharram.

Tidak butuh biaya, tidak perlu persiapan rumit, tapi memiliki keutamaan yang besar dalam Islam.

Apa Itu Puasa Tasu’a dan ‘Asyura?

Puasa Tasu’a adalah puasa pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa ‘Asyura adalah puasa pada tanggal 10 Muharram.

Puasa ini termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Puasa pada hari ‘Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang telah lalu.”
(HR. Muslim no. 1162)

Ini menunjukkan besarnya keutamaan puasa ‘Asyura.

Namun yang dimaksud dihapus adalah dosa-dosa kecil, sedangkan dosa besar tetap membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh.

Imam An-Nawawi رحمه الله menjelaskan bahwa hadits ini dipahami untuk penghapusan dosa-dosa kecil.


Kenapa Dianjurkan Puasa Tanggal 9 dan 10 Sekalian?

Ketika Rasulullah ﷺ mengetahui orang Yahudi juga berpuasa di hari ‘Asyura karena mengenang keselamatan Nabi Musa عليه السلام, beliau ingin membedakan ibadah kaum muslimin.

Ibnu Abbas رضي الله عنه berkata:

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.”
(HR. Muslim no. 1134)

Karena itu para ulama menjelaskan bahwa yang lebih utama adalah menggabungkan puasa tanggal 9 dan 10 Muharram (Tasu’a dan ‘Asyura).


Kisah di Balik Hari ‘Asyura

Hari ‘Asyura memiliki sejarah yang agung.

Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.

Allah berfirman:

“Maka Kami wahyukan kepada Musa: pukullah laut itu dengan tongkatmu. Lalu terbelahlah laut itu…”
(QS. Asy-Syu’ara: 63)

Sebagai bentuk syukur atas nikmat tersebut, Nabi Musa berpuasa.

Ketika Nabi Muhammad ﷺ mengetahui hal itu, beliau bersabda:

“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada mereka.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Lalu beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.


Kalau Tidak Bisa Dua Hari?

Kalau mampu, lakukan 9 dan 10 Muharram.

Kalau tidak mampu, minimal 10 Muharram (‘Asyura).

Jangan sampai karena merasa tidak bisa sempurna akhirnya tidak melakukan sama sekali.


Cara Menjalankannya

✔ Niat puasa sunnah sebelum fajar
✔ Sahur secukupnya
✔ Jaga lisan dan akhlak selama puasa
✔ Perbanyak doa dan dzikir
✔ Buka puasa dengan sederhana dan bersyukur


Penutup

Kadang kita menunggu momen besar untuk berubah. Padahal bisa jadi perubahan itu dimulai dari satu hari puasa yang kita lakukan karena Allah.

Muharram datang hanya sekali dalam setahun.
Jangan sampai kesempatan ini berlalu begitu saja.

Yuk niatkan puasa Tasu’a dan ‘Asyura. Semoga Allah menerima amal kita dan menjadikannya sebab penghapus dosa serta awal yang lebih baik di tahun ini.

Wallahu a’lam.

Solidaritas Ummat

Wasilah Jariyah

Dukungan Anda menggerakkan misi dakwah Amina Media.