Menikmati Dunia Tanpa Melupakan Kewajiban kepada Allah
Di zaman sekarang, hiburan ada di mana-mana. Main game, nongkrong, olahraga, media sosial, menonton, atau sekadar bersantai sudah menjadi bagian dari keseharian. Islam tidak melarang manusia untuk menikmati hidup dan mencari kebahagiaan. Namun ada satu hal yang tidak boleh tertinggal: sholat.
Banyak orang sebenarnya tidak berniat meninggalkan sholat. Tapi karena terlalu asyik bermain, waktu terasa cepat berlalu. Awalnya hanya berkata, “Nanti sebentar lagi…” lalu tiba-tiba adzan sudah lewat dan sholat pun tertinggal.
Padahal dalam Islam, sholat bukan sekadar rutinitas. Sholat adalah hubungan langsung antara hamba dan Rabb-nya.
Islam Tidak Melarang Bermain
Sebagian orang mengira menjadi muslim yang baik berarti tidak boleh menikmati dunia. Padahal Islam adalah agama yang seimbang.
Allah berfirman:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia.”
(QS. Al-Qashash: 77)
Ayat ini menunjukkan bahwa kita boleh menikmati dunia, selama tidak melupakan tujuan akhir yaitu mencari ridha Allah.
Bermain, bekerja, olahraga, berkumpul dengan teman, semuanya boleh. Yang menjadi masalah adalah ketika aktivitas itu membuat kita lalai dari ibadah.
Sholat Itu Bukan Pengganggu Aktivitas
Kadang muncul pikiran, “Lagi seru-serunya main, nanti aja sholatnya.”
Padahal kalau dipikir lagi, sholat lima waktu totalnya hanya beberapa menit. Tetapi manfaatnya sangat besar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perkara pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi – shahih)
Kalau sholat baik, maka amalan lain lebih mudah diperbaiki. Tapi jika sholat rusak, itu menjadi perkara yang sangat berat.
Sholat juga bukan mengambil waktu kita—justru mengatur hidup kita agar lebih tertata.
Kenapa Kita Sering Menunda Sholat?
Beberapa penyebab yang sering terjadi:
- Terlalu fokus pada hiburan atau permainan
- Merasa masih banyak waktu
- Tidak segera berhenti saat adzan
- Tidak membuat prioritas ibadah
- Lingkungan yang juga menunda sholat
Padahal Allah sudah mengingatkan:
“Maka celakalah orang-orang yang sholat, yaitu orang-orang yang lalai terhadap sholatnya.”
(QS. Al-Ma’un: 4–5)
Para ulama menjelaskan, salah satu bentuk kelalaian adalah sering menunda sholat dari waktunya tanpa alasan yang dibenarkan.
Cara Sederhana Agar Tetap Bisa Main Tanpa Tinggal Sholat
1. Jadikan adzan sebagai tanda berhenti
Saat adzan berkumandang, biasakan berhenti dari aktivitas apa pun.
2. Sholat di awal waktu
Jangan menunggu sampai waktu hampir habis.
3. Pasang pengingat
Gunakan alarm adzan di HP.
4. Cari lingkungan yang saling mengingatkan
Teman yang baik bukan yang mengajak lupa sholat, tapi yang mengajak sholat dulu lalu lanjut aktivitas.
5. Tanamkan bahwa sholat adalah kebutuhan
Kita makan karena tubuh butuh. Kita sholat karena hati butuh.
Penutup
Main boleh. Bahagia boleh. Menikmati hidup juga boleh. Tapi jangan sampai kesenangan yang hanya sementara membuat kita kehilangan hubungan dengan Allah.
Ketika adzan berkumandang, itu bukan gangguan dari aktivitas kita. Itu adalah panggilan dari Dzat yang memberi kita waktu, kesehatan, dan kesempatan untuk menikmati hidup.
Mari kita usahakan: main tanpa ninggalin sholat.
“Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”
(QS. An-Nisa: 103)
Semoga Allah menjaga kita agar selalu ringan melangkah menuju sholat dan tidak termasuk orang yang lalai. Aamiin.