Yayasan Mochamad Thohir resmi menghadirkan Serambi Kuliner At-Thohir di kawasan Masjid At-Thohir, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026). Kehadiran tempat kuliner ini diharapkan bisa memudahkan jamaah dan pengunjung untuk mencari makanan serta minuman, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.
Ketua Umum Yayasan At-Thohir, Giovanna Annisa Thohir, mengatakan Masjid At-Thohir bukan hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan sosial dan ekonomi.
Menurut Giovanna, jumlah masyarakat yang datang ke Masjid At-Thohir terus menunjukkan antusiasme yang tinggi. Kondisi ini membuat pengelola berupaya menghadirkan fasilitas tambahan agar pengunjung merasa lebih nyaman saat beraktivitas di kawasan masjid.
Ia menjelaskan, Serambi Kuliner At-Thohir menjadi salah satu langkah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kenyamanan jamaah sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.
“Melalui Serambi Kuliner At-Thohir, kami ingin jamaah dan wisatawan bisa beribadah dengan nyaman, sementara pelaku UMKM juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya,” ujar Giovanna saat acara peresmian.
Serambi Kuliner At-Thohir mengusung tema “Cita Rasa Halal dalam Cahaya Keberkahan”. Konsep ini tidak sekadar menawarkan beragam pilihan makanan dan minuman, tetapi juga ingin membangun lingkungan kuliner yang halal, sehat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Giovanna menambahkan, Masjid At-Thohir kini berkembang menjadi salah satu tujuan wisata religi di Jawa Barat. Selain menjadi tempat ibadah, kawasan ini juga aktif digunakan untuk kegiatan kajian keagamaan dan pemberdayaan pelaku UMKM.
Dengan hadirnya berbagai tenant kuliner, pengelola berharap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar masjid bisa semakin berkembang dan membantu mendorong kemandirian ekonomi umat.
Dari sisi jumlah pengunjung, Giovanna memaparkan bahwa selama periode Maret hingga September 2026, Masjid At-Thohir dikunjungi sekitar 700 hingga 2.000 jamaah setiap hari. Jumlah tersebut bisa meningkat menjadi 2.000 sampai 3.000 orang saat akhir pekan.
Ketika berlangsung kegiatan kajian, jumlah pengunjung bahkan bisa mencapai 1.000 hingga 6.000 orang. Sementara itu, selama Maret-September 2026, tercatat sebanyak 282 ribu jamaah telah melaksanakan salat fardu di masjid tersebut.
Menurut Giovanna, data tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan fasilitas pendukung bagi jamaah dan pengunjung semakin besar. Karena itu, keberadaan Serambi Kuliner diharapkan bisa menjadi salah satu fasilitas yang menjawab kebutuhan tersebut.
Sementara itu, Dewan Pengawas Yayasan At-Thohir, Budi Bowoleksono, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan masjid ini berangkat dari pemahaman bahwa sejak zaman Rasulullah, masjid memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar tempat salat. Masjid juga menjadi pusat kegiatan masyarakat dan pemberdayaan umat.
Semangat tersebut ingin terus diterapkan dalam pengelolaan Masjid At-Thohir agar keberadaannya semakin bermanfaat bagi masyarakat.
Budi mengatakan, pengembangan kawasan Masjid At-Thohir berpegang pada visi untuk menjadikan masjid yang makmur, mandiri, dan berkelanjutan. Kawasan ini diharapkan bisa menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk mengikuti kegiatan pendidikan, sosial budaya, hingga aktivitas keluarga.
Peluncuran Serambi Kuliner At-Thohir juga mendapat dukungan dari Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah. Ia menilai kehadiran fasilitas ini sejalan dengan upaya pemerintah kota dalam mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Chandra berharap, keberadaan tenant kuliner di kawasan Masjid At-Thohir dapat membuka kesempatan lebih luas bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas dan mengembangkan bisnis mereka.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kota Depok yang ingin membawa UMKM lokal naik kelas.