Hari Jum’at adalah hari yang paling istimewa dalam Islam. Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari. Dalam sebuah hadits beliau bersabda: “Hari terbaik di mana matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya. Dan tidak akan terjadi kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim no. 854). Karena kemuliaannya, amal ibadah yang dilakukan pada hari Jum’at memiliki keutamaan lebih dibandingkan hari-hari lainnya, termasuk sedekah.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa sedekah pada hari Jum’at dibandingkan dengan sedekah di enam hari lainnya bagaikan sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan dengan bulan lainnya. (Zaadul Ma’ad, 1/407). Hal ini menunjukkan betapa istimewanya bersedekah di hari tersebut, karena berkumpulnya banyak sebab kebaikan: hari yang mulia, berkumpulnya kaum muslimin untuk shalat Jum’at, doa-doa yang lebih mustajab, serta adanya saat khusus di sore hari yang Allah janjikan sebagai waktu terkabulnya doa.
Generasi salaf pun memahami keutamaan ini. Dalam Hilyatul Auliya karya Abu Nu‘aim disebutkan bahwa Abdullah bin Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu terbiasa mempersiapkan sedekah khusus pada hari Jum’at. Mereka menjadikan hari tersebut sebagai hari berbagi, hingga orang-orang miskin menanti-nanti kedatangannya karena tahu bahwa kaum muslimin akan lebih dermawan pada hari itu.
Sedekah di hari Jum’at memiliki banyak hikmah. Dengan melakukannya, seorang muslim menghidupkan amalan para salaf, meraih pahala berlipat di hari yang dimuliakan, serta menyucikan harta yang dimiliki. Sebagaimana firman Allah: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103). Jika zakat saja bisa membersihkan harta, maka sedekah yang dilakukan ikhlas di hari penuh berkah ini tentu lebih mendatangkan keberkahan.
Hari Jum’at adalah momentum terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan. Sedekah pada hari ini bisa diwujudkan dalam banyak bentuk, mulai dari memberi nafkah tambahan kepada keluarga, membantu fakir miskin, menyiapkan makanan untuk orang lain, hingga mendukung kegiatan dakwah. Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu menghidupkan amalan sedekah pada hari Jum’at, sehingga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan keberkahan di dunia dan surga di akhirat.